8 Tips Merawat Flashdisk Agar Lebih Awet - Susah Sinyal - Kumpulan Artikel Teknologi
iklan banner

8 Tips Merawat Flashdisk Agar Lebih Awet

Tips Merawat Flashdisk Agar Awet dan Tidak Mudah Rusak

Bagi kamu yang selalu mengandalkan flashdisk untuk menyimpan file, sebaiknya perhatikan baik-baik
cara merawat flashdisk agar lebih awet. Pemakaian yang asal-asalan bisa saja membuat flashdisk menjadi cepat rusak dan seluruh file yang disimpan tidak bisa diakses. Apalagi jika kamu belum melakukan backup sama sekali, maka file yang hilang tidak bisa dikembalikan.

Ukurannya yang kecil dan ramping, menjadi lebih mudah untuk disimpan dan dibawa ke mana-mana, terutama bagi kamu yang selalu mobile. Biasanya flashdisk banyak digunakan untuk menyimpan file-file berukuran kecil saja, misalnya pekerjaan kantor atau tugas kuliah. Agar flashdisk tidak cepat rusak, sebaiknya perhatikan 10 tips paling lengkap cara merawat flashdisk agar lebih tahan lama, berikut ini :

1. Jangan Malas Pindai Virus

Rutin lakukan scanning anti virus terlebih dulu saat kamu akan mencolokkan flashdisk ke laptop milik kamu maupun ke laptop orang lain, karena kita tidak tahu apakah laptop tersebut ada virusnya atau tidak. Meski kelihatannya ribet, hal ini penting dilakukan agar tidak ada virus yang masuk ke PC kamu. Sebaiknya gunakan lebih dari satu program anti virus (yang update) untuk melakukan scanning.

Virus biasanya akan ikut masuk ke PC begitu kamu mencolokkan flashdisk atau saat kamu memindahkan file. Dari mana virus tersebut berasal? Biasanya kebanyakan saat kita ngeprint di tukang foto copy, karena pada umumnya PC yang mereka gunakan telah dimasukki berbagai macam flashdisk. Jadi sebaiknya gunakan satu flashdisk khusus untuk ke tukang foto copy atau warnet saat kamu mau ngeprint.

2. Hindari Benturan Keras

Jeroan flashdisk terdiri dari berbagai macam komponen yang sangat rentan terhadap benturan, seperti konektor, osilator kristal, kontroler, flash memory dan PCB (Printed Circuit Board). Jika ada salah satu komponen yang rusak, maka flashdisk tidak bisa berfungsi. Maka dari itu, jangan sekali-kali membanting flashdisk atau membenturkannya ke tembok.

Meski material yang digunakan flashdisk kelihatannya cukup kuat, akan tetapi flashdisk rentan rusak jika terjadi benturan yang keras, apalagi jika berulang kali. Masing-masing produsen flashdisk telah membekali flashdisk dengan material yang cukup kuat serta desain yang menarik. Namun kamu tetap harus berhati-hati saat menggunakan flashdisk.

3. Cabut Flashdisk dengan Cara Memilih Menu "Eject"

Saat kamu mencabut flashdisk dari komputer atau laptop tanpa eject terlebih dulu, bisa saja ada beberapa data yang rusak. Apalagi jika ada program yang sedang terbuka menjalankan atau membaca file di komputer, maka proses penyimpanan data akan terganggu. Hal inilah yang bisa menyebabkan rusaknya data di dalam flashdisk, sehingga data yang disimpan menjadi tidak utuh lagi.

Adapun fungsi dari eject ini sebenarnya untuk memberikan sinyal kepada komputer agar memutuskan koneksi dengan flashdisk. Sebelum eject, komputer akan mengecek terlebih dulu, apakah ada program yang sedang menjalankan file dari flashdisk. Jika masih ada program yang mengakses file dari flashdisk, maka komputer belum memberikan izin untuk mencabut flashdisk.

4. Jauhkan dari Magnet Pada Perangkat Elektronik

Semua perangkat elektronik yang mengandung magnet di dalamnya, seperti tv, ponsel dan spekaer, akan mengirimkan radiasi magnet yang akan merusak arus data yang terdapat di dalam flashdisk. Jika hal ini terjadi, maka kemungkinan terburuk flashdisk akan rusak. Sebenarnya tidak hanya flashdisk saja yang perlu dijauhkan dari medan magnet, tapi semua barang elektronik.

Jika kamu masih punya kebiasaan menyimpan flashdisk secara sembarangan, atau berdekatan dengan sumber magnet, maka mulai sekarang juga, hindari kebiasaan buruk ini. Jika flashdisk terlalu sering terpapar radiasi magnet dari perangkat elektronik tersebut, maka lama kelamaan flahsdik tidak bisa berfungsi lagi. Kamu tidak mau kan kehilangan data penting?

5. Beli Flashdisk yang Ada Tutupnya

Jika kamu ingin membeli flashdisk, maka sebaiknya pilih flashdisk yang ada tutupnya. Tutup flashdisk ini akan melindungi ujung soket dari debu maupun kotoran, sehingga akan melindungi lapisan tembaga yang ada di dalam flashdisk. Jika tembaga ini rusak atau sering terkena kotoran, lama kelamaan flashdisk akan rusak dan tidak berfungsi lagi.

Namun jika kamu terlanjur membeli flashdisk tanpa tutupnya, maka rawatlah sebaik mungkin flashdisk agar tidak kemasukan debu, kotoran maupun percikan air. Lapisan tembaga di dalam flashdisk memang sangat rentan rusak. Jika tembaga ini cacat atau bahkan rusak, maka kemungkinan besar flashdisk kesulitan untuk mengakses file yang disimpan.

6. Kurangi Mengedit File Secara Langsung dari Flashdisk

Pada umumnya, setiap flashdisk ternyata memiliki batasan usia pemakaian. Hal ini biasanya tergantung dari merek dan kualitas flashdisk itu sendiri. Namun biasanya usia pemakaian flashdisk antara 10 ribu sampai 100 ribu kali proses hapus tulis. Jadi sebaiknya jangan terlalu sering mengedit secara langsung nama file dari flashdisk. 

Untuk mengatasinya, kamu bisa mengirimkan terlebih dulu file dari flashdisk ke komputer, lalu kamu bebas mengubah file tersebut. Setelah selesai mengubahnya, kamu bisa mengirimkan kembali file tersebut ke flashdisk. Hal ini dilakukan agar semua file bisa diakses secara sempurna, tidak ada data yang menyangkut lagi di flashdisk.

7. Hindari dari Suhu Panas Maupun Dingin

Sebisa mungkin jauhkan flashdisk dari suhu yang terlalu panas, misalnya setrikaan, catokan dan berbagai perangkat penghantar panas lainnya. Sama seperti suhu panas, suhu yang terlalu dingin juga bisa menyebabkan bagian komponen pada flashdisk bisa cepat rusak. Apalagi kalau terlalu sering bersentuhan. Maka dari itu, rawat baik-baik dan simpan flashdisk di tempat yang aman.

Rekomendasi Merk Flashdisk

Beberapa di antara merk flashdisk memang terbuat dari material yang cukup kuat, akan tetapi kamu tetap harus menjaganya dari suhu yang terlalu ekstrim. Agar memudahkan kamu ketika ingin membeli flashdisk, kamu bisa mengunjungi bestrekomendasi.id untuk melihat beberapa rekomendasi merk flashdisk yang disarankan.

8. Jangan Terkena Air atau Terendam

Ukuran flashdisk yang kecil, menyebabkan flashdisk muat disimpan di dalam kantung baju atau celana. Jika kita lupa, bisa saja flashdisk ketinggalan dan tercuci di kantung baju atau celana. Jika flashdisk terkena air atau terendam air, biasanya ada komponen yang tidak bisa berfungsi lagi, atau bahkan lebih parahnya lagi flashdisk akan rusak, dan seluruh file yang disimpan tidak bisa diselamatkan lagi.

Untuk menyiasatinya, sebaiknya lebih teliti lagi sebelum mencuci baju atau celana, biasakan untuk memeriksa bagian kantungnya. Atau kamu juga bisa memberikan tali berwarna terang yang panjang. Kamu juga bisa menambahkan gantungan kunci mungil di flashdisk kamu. Atau kamu bisa menyimpan flashdisk di wadah yang anti air.

Nah demikian artikel yang bisa Susahsinyal.com bagikan. Mulai dari sekarang, rawatlah flashdisk dengan baik, agar flashdisk tidak mudah eror. Ada baiknya kamu rutin backup file-file penting, ke harddisk, penyimpanan cloud service atau bisa juga mengandalkan Network Attached Storage (NAS). Semoga artikel ini bisa bermanfaat, terutama bagi kamu yang masih bingung bagaimana merawat flashdisk yang benar.

Previous
Next Post »
Add Comments


EmoticonEmoticon