Sambut Era Digital! Siap-siap Migrasi TV Analog ke TV Digital - Susah Sinyal - Kumpulan Artikel Teknologi
iklan banner

Sambut Era Digital! Siap-siap Migrasi TV Analog ke TV Digital

Migrasi TV Analog ke TV Digital

Memasuki era digital, hampir semua perangkat elektronik rumah tangga, secara perlahan telah mengadopsi teknologi yang jauh lebih modern. Sebut saja
kamera pengawas yang telah terintegrasi dengan ponsel. Atau speaker aktif yang kini telah banyak disematkan teknologi blue tooth dalam pengoperasiannya. Hingga teknologi pada televisi yang terus mengalami perubahan.

Era digital dianggap telah membawa banyak perubahan positif bagi kehidupan manusia. Apalagi setiap hari kita selalu bergantung dengan yang namanya teknologi, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur. Tentu saja alat-alat elektronik yang kita gunakan bertujuan untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.

Perkembangan Era Digital Terus Berjalan

Perkembangan serta perubahan era digital memang tidak bisa dihentikan dan akan terus berjalan. Hal ini sejalan dengan tuntutan kita sendiri yang menginginkan segala sesuatunya menjadi lebih praktis dan efisien. Era digital sendiri hadir untuk menggantikan beberapa teknologi di masa lampau, agar lebih mudah dan praktis.

Digitalisasi Terus Berjalan

Digitalisasi tidak hanya menyasar skala global saja, akan tetapi penetrasinya telah dirasakan bagi masyarakat melalui perangkat elektronik rumah tangga yang secara perlahan telah berkembang menjadi lebih modern. Salah satunya yang akan Susahsinyal.com bahas adalah perubahan perkembangan teknologi modern pada televisi.

Televisi, Perangkat Elektronik Favorit Keluarga

Dibanding perangkat elektronik lainnya, televisi adalah perangkat elektronik rumah tangga yang paling banyak digunakan dan menjadi favorit pilihan keluarga. Rata-rata di hampir setiap rumah, terdapat sebuah televisi. Mulai dari televisi keluaran paling lama (TV analog) hingga yang paling baru (TV digital). 

Manfaat Televisi Bagi Kehidupan Keluarga dan Masyarakat

Keberadaan televisi sangat menghibur seluruh anggota keluarga ketika sedang berkumpul. Makanya tidak heran jika televisi seringkali digunakan sebagai sarana hiburan sekaligus sarana yang tepat untuk melepas penat setelah lelah beraktivitas. Televisi juga bermanfaat untuk mendapatkan informasi paling update dan mengetahui perkembangan yang sedang terjadi.

Perbedaan TV Analog dan TV Digital

TV analog sangat populer pada masanya, akan tetapi teknologi yang diusungnya dianggap sudah mulai ketinggalan. Kini posisinya secara perlahan akan tergeser oleh TV digital. Teknologi yang digunakan pada TV analog, masih menggunakan sinyal radio yang terbagi dalam format video dan audio. 

Perbedaan TV Analog dan TV Digital

Sinyal video ditransmisikan dalam gelombang AM, sementara audio ditransmisikan dalam gelombang FM. Jika jarak TV terlalu jauh dengan pemancar, maka biasanya akan mengalami berbagai gangguan, mulai dari interferensi, 
noise (gambar berbintik), hingga tampilan terdistorsi.

Sementara transmisi TV digital diterima dalam bentuk format "bit" atau data informasi, mirip seperti piringan CD, DVD dan Blu-ray. Bandwidth yang dimiliki TV analog sangat terbatas. TV digital memiliki bandwidth yang jauh lebih luas dibanding TV analog, sehingga tampilan TV digital jauh lebih jernih.

Kominfo Akan Hentikan Siaran TV Analog (Analog Switch Off)

Perkembangan teknologi terus berjalan, menggantikan teknologi-teknologi yang telah ada sebelumnya. Jika kita tidak mengikuti perkembangannya, maka kita akan semakin tertinggal jauh. Sama halnya seperti teknologi pada TV analog dianggap tertinggal jauh dan harus segera di-upgrade agar bisa diselaraskan dengan teknologi paling baru saat ini.

Migrasi TV Analog ke TV Digital

Salah satu kabar yang sedang hangat diperbincangkan adalah rencana
migrasi TV analog ke TV digital. Seperti yang diungkapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang secara perlahan akan menghentikan siaran TV analog teresterial atau Analog Switch Off (ASO). Sesuai dengan amanat Pasal 60A UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran sebagaimana diubah oleh UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Migrasi TV Analog ke TV Digital Dilakukan Secara Bertahap

Proses migrasi ke TV digital membutuhkan proses yang tidak singkat. Apalagi setidaknya terdapat sekitar 44,5 juta rumah tangga yang menyaksikan siaran TV analog. Selain itu, proses migrasi ini melibatkan sekitar 701 lembaga penyiaran televisi teresterial analog, produsen pembuat TV, pedagang hingga perangkat TV digital itu sendiri.

Proses Migrasi TV Digital Dilakukan Secara Bertahap

Sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2020 tentan Cipta Kerja, proses migrasi harus sudah rampung pada 2 November 2022, sehingga masyarakat sudah bisa menikmati sepenuhnya siaran TV digital. Adapun jadwal migrasi TV analog ke TV digital paling update adalah sebagai berikut :

  • Tahap 1 pada tanggal 30 April 2022
  • Tahap 2 pada tanggal 25 Agustus 2022
  • Tahap 3 pada tanggal 2 November 2022

Manfaat Migrasi TV Digital Bagi Masyarakat

Pengguna TV analog tidak harus mengganti TV analognya menjadi TV digital. Mereka hanya perlu membeli Set Top Box (STB) untuk bisa menikmati siaran TV digital di Indonesia. Namun meski demikian, diharapkan agar masyarakat bisa beralih sepenuhnya ke siaran TV digital, agar bisa mendapatkan manfaatnya. 

Manfaat Migrasi TV Digital Bagi Masyarakat


Berikut adalah manfaat TV digital bagi masyarakat :

1. Terdapat fitur Electronic Program Guide (EPG)

Siaran TV digital cenderung lebih ramah terhadap anak-anak, karena telah dilengkapi dengan fitur EPG yang akan membantu pengguna untuk mengendalikan, menyeleksi hingga memilih tayangan apa saja yang akan ditonton bersama keluarga. Jadi masyarakat bisa melihat sinopsis sebelum menonton siaran berikutnya. Kehadiran fitur EPG dinilai mampu menghadirkan tayangan yang lebih sehat dan edukatif, selain menghibur tentunya.

2. Kesempatan konten lokal untuk berkembang

Masyarakat bisa menikmati tayangan yang jauh lebih bervariasi. Selain itu juga membuka peluang masuknya konten lokal yang semakin terbuka lebar, karena dalam siaran TV digital, daya tampung siaran dalam satu kanal bertambah. Sehingga bisa memberikan peluang TV lokal untuk mengangkat konten keberagaman adat istiadat, suku bangsa dan bahasa.

3. Tayangan berkualitas dan gratis

Masyarakat bisa menikmati tayangan dengan kualitas gambar yang jauh lebih bersih dan kualitas suara yang terdengar jernih. Kualitas serupa, sebelumnya hanya bisa didapatkan melalui TV kabel atau TV berlangganan. Namun sekarang masyarakat bisa menikmati tayangan serupa melalui siaran digital secara gratis.

4. Menikmati kualitas internet 5G

Migrasi ke siaran TV digital ini juga turut mendorong terwujudnya akses internet 5G. Pasalnya jajaran Kominfo lebih mudah untuk menata frekuensi yang ada di Indonesia, sehingga tersedia frekuensi untuk broadband akses internet 5G. 

5. Pertumbuhan ekonomi ikut meningkat

Jika masyarakat sudah bisa menikmati akses internet 5G, maka secara tidak langsung bisa mendukung infrastruktur digital untuk mendukung Industri 4.0 di Indonesia. Sehingga bisa memberikan dampak yang baik untuk pertumbuhan ekonomi digital.


Sumber referensi :

[inet.detik] - ini jadwal terbaru migrasi tv analog ke digital dimulai april 2022

[inet.detik] - ada 44,5 juta rumah tangga terdampak suntik mati tv analog

[tekno.kompas.com] - perbedaan tv analog dan digital

[siarandigital.kominfo.go.id/informasi/media]

Previous
Next Post »

58 komentar

  1. Kami sudah siap-siap sejak lama. Lebih tepatnya sudah tahu dan berencana beli alatnya tapi masih nanti-nanti. Hihihi. Pertama jual TV tabung kami yang nganggur bertahun2 lalu beli TV baru yang support dengan TV digital

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau masih bagus, pakai saja tv tabungnya Mba, nanti tinggal dibelikan STB saja.

      Hapus
  2. Dulu pernah pasang antena TV tapi kok malah banyak semutnya ya. Akhirnya jadi salah satu alasan berhenti nonton TV. Setelah ada TV digital, kayaknya dipertimbangkan lagi buat pasang STB biar dapet siaran TV digital.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin di antenanya banyak gulanya Kang Mas Doel. Boleh dipertimbangkan kembali Kang Mas Doel untuk menggunakan STB biar dapat siaran TV digital.

      Hapus
  3. Siap-siap beralih ke teknologi yang lebih tinggi nih. TV di rumah masih analog dan udah lama bgt ga ganti. Baru mempertimbangkan mau beli tv digital atau STB aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan pertimbangkan baik buruknya Mba Yustrini. Sekiranya pake STB sudah oke, ya berarti nggak perlu beli TV digital baru. Namun kembali lagi ke Mba Yustrini keputusan akhirnya seperti apa.

      Hapus
  4. Migrasi TV analog ke TV digital memang harus didukung. Banyak kemudahan dan keunggulan. Untungnya pula secara bertahap jadi bisa memberikan nafas buat masyarakat.Semoga perpindahan ini membawa kemudahan dan kemajuan untuk masyarakat. Aamiin

    BalasHapus
  5. wahh emang bagus sih ya jadi bisa integrated ke layanan digital tappiiii yo aku masih mikir, orang-orang yang di daerah-daerah yg masih minim akses internet tuh bakal gimana ya. Klo semisal udah beneran full migrasi dari analog ke digital ya mesti dipikirin juga soal fasilitas dan akses internet nya juga sampe ke pelosok-pelosok sama pertimbangan biaya juga kan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa pakai STB saja kok Mba, nggak perlu akses internet. Nggak seperti TV kabel.

      Hapus
  6. Semoga migrasi ini berjalan optimal ya. Kadang ada juga yang masih bertanya-tanya gimana sama TV yang lama, tapi kan tv lama masih bisa dipakai dengan beberapa tambahan ya. Hal itu bisa disosialisasikan dengan lebih baik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin, semoga proses migrasi berjalan lancar dan hasilnya bisa lebih optimal ya. Pertanyaan itu bisa dibaca di artikel ini kok Mba Nur.

      Hapus
  7. Ingat TV tabung jadi ingat jaman dulu jaman baru2nya ada TV tabung dimana hanya ada satu atau dua orang yang punya TV. Rumah tiap hari ramai karena banyak tetangga yang berdatangan untuk nebeng nonton siaran TV. Semoga masyarakat mendukung sepenuhnya migrasi TV Analog ke Digital, agar kebutuhan mereka akan informasi up to date terpenuhi dan pertumbuhan ekonomi makin stabil berkat dukungan semua pihak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Istri saya sewaktu kecil juga sering numpang nonton TV di rumah tetangga. Iya bener banget, jangan cuma liat sinetron melulu, sesekali kan perlu informasi update, biar nggak ketinggalan.

      Hapus
  8. TV tabung udah ngga ada juga di rumah. Sekarang di kamar juga pakai tv digital cuman ngga pernah buat lihat saluran televisi malah dipake buat youtube hahaha :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja dengan proses migrasi ke TV digital ini, siarannya bisa lebih bervariasi dan lebih berbobot lagi. Isinya nggak hanya sinetron melulu. Ora jelas kan isinya sinetron terus.

      Hapus
  9. Saya gak punya TV di rumah yang ini. Nanti langsung cuzz beli TV analog deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran nih mau beli TV analog? Maksudnya TV digital kali ya, biar bisa langsung menikmati siaran digital.

      Hapus
  10. 2 november 2022 ya batas penggunaan tv analog ni. semoga kabar ini makin cepat tersebar, terutama di kalangan pedesaan yang masih sering nonton tv sebagai media hiburan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes betul banget, rencana dari Kominfo sampai tanggal 2 November 2022. Saya juga tinggal di desa. Secara perlahan informasi penting ini saya sampaikan ke tetangga. Semoga saja bisa berjalan dengan lancar ya proses migrasi ini, aaamiiin.

      Hapus
  11. Wah bisa sekaligus memanfaatkan jaringan internet 5G ya. Makin kekinian berarti teknologi yang sudah demikian pesat berada di tengah masyarakat. Semoga perubahan dari analog ke digital, juga diimbangi dengan bertaburnya tayangan yang bermanfaat dan berkualitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya bakalan ada tambahan siaran lebih beragam di siaran TV digital. Nanti jaringan yang bekas TV analog, bisa dimanfaatin untuk jaringan internet 5G, jadi lebih optimal lagi kualitas internet di INdonesia.

      Hapus
  12. Meskipun saya pribadi sudah lama bahkan jarang sekali nonton TV, tapi tetap nonton TV bersama keluarga merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu (asal gak rebutan sih hehe).

    Seneng banget ada TV Digital seperti ini, banyak pilihan program yang menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga sudah jarang sekali nonton TV, soalnya acaranya banyak yang kurang bermutu. Namun sesekali sih pernah nonton TV bareng keluarga. Ini momen yang paling menyenangkan. Apalagi dengan siaran TV digital bakalan lebih banyak lagi program menarik.

      Hapus
  13. sejujurnya belum paham perbedaannya secara langsung. Selama ini lebih sering menikmati siaran via TV kabel. Kurang lebih mungkin sama ya antara tv kabel dengan tv digital.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada beberapa persamaan antara TV kabel dengan TV digital. Hanya saja TV kabel berbayar, sementara TV digital gratis.

      Hapus
  14. Harus segera beli nihh, di rumah masih pake TV analog. Berapaan ya harganya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. TV digital ?? Tergantung brand dan ukuran layar. Kalo Sharp 40 inch sekitar Rp 3.5 jutaan.

      Hapus
  15. Sekarang sudah memasuki era 5G ya kak. Sejujurnya saya belum mempersiapkan untuk pindah ke TV digital. Dan jika saatnya tiba mgkin saya masih bertahan dengan TV tabung dan beli perangkatnya saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. TV tabung pun bisa ditambahkan dengan alat STB Mba.

      Hapus
  16. wah iya, sebentar lagi harus jadi tv digital ini ya ka
    harus siap siap nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siarannya yang jadi digital, bukan tivinya. Masalah TV masih bisa ditambahkan STB untuk TV analog.

      Hapus
  17. Harus benar benar melek teknologi sekarang ya kak kalau mau terus berkembang dan maju

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya iya dong, kalo nggak gitu, bakalan ketinggalan jauh sama negara tetangga. Kualitas SDM-nya juga bakalan rendah.

      Hapus
  18. Keluargaku masih menjadi salah satu dari 44,5 juta warga yang masih menggunakan TV analog kang. Ya bagaimana tidak. Teknologi berkembang pesat. Namun orangtua masih susah untuk beradaptasi. Untungnya mereka ga mau dibelikan tv baru (digital). Ya hemat dana sih. Hehehe..

    Untungnya lagi, hanya perlu STB utk mengubahnya menjadi tv digital. Ntar bahas lagi STB yang cocok dan harga bersahabat ya kang. Di iklan SCTV, siaran analognya akan dihentikan November ini lagi. Mana emak gw sukanya nonton FTV wkwkwk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes betul banget Mas Didik, tinggal beli STB saja untuk alat tambahan di TV analog. Nanti sudah bisa menangkap siaran TV digital. Tenang, di TV digital bakalan banyak kok siaran FTV, hehehe.

      Hapus
  19. wah konsep yang bagus banget ya dari kominfo, saya yakin di tempat desa kecil sudah banyak program migrasi tv analog ke tv digital

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tinggal di Desa nih Mas, secara perlahan mulai infokan soal migrasi TV analog ke TV digital. Selain menyampaikan infonya secara langsung, saya juga nyebarin artikel ini, biar masyarakat luas jadi tahu.

      Hapus
  20. Di rumah TV udah LCD sih, tapi ternyata masih analog wkoakwoakwoa. Ini udah bilang ke orangtua buat beli STB, soalnya saya yakin Ibu pasti mara-mara kalau saluran TV-nya ilang dan gabisa nonton Ikatan Cinta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gampang kok solusinya, tiinggal beli STB saja. Tetap ya, meski TV digital, nontonnya tetap Ikatan Cinta, hahaha. Nggak perlu risau, dengan TV digital siarannya bakalan lebih bervariasi kok.

      Hapus
    2. Bener banget kak, pilihan makin variatif tapi ya mau gimanaa ini TV jadi propertinya Ibu pasti dikuasai untuk nonton Aldebaran

      Hapus
    3. Berarti bisa pertimbangkan untuk membeli TV baru nih, hehehe.

      Hapus
  21. kebetulan hampir 2 tahun ini kami sudah mulai meninggalkan TV karena lebih menikmati menonton Youtube. Dengan Tv Digital tentunya semua lebih menarik karena terintegrasi dengan siaran digital yang pastinya bakal lebih asyik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena banyak tayangan yang kurang berkualitas ya Mba Damar, makanya lebih menyenangkan nonton Youtube dibanding lihat siaran TV. Namun nantinya siaran digital bakalan jauh lebih menghibur, kualitas visualnya jauh lebih jernih dan gratis pula.

      Hapus
  22. Aku cuma bisa berharap, semoga migrasinya tv analog ke tv digital nggak sampe mengusahkan masyarakat ya. Semoga masyarakat di pedesaan juga bisa menikmati tv digital secara merata dan mudah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo sekiranya prosesnya ribet dan menyusahkan masyarakat, saya yakin tidak akan dilakukan proses migrasi ini Mba. Yuk sama-sama kita support prosesnya biar berjalan lancar dan hasilnya lebih optimal.

      Hapus
  23. Setahu saya, TV digital itu kecerahan dan kualitas gambar/suaranya semakin oke pastinya. Saya juga mendukung ada transformasi perubahan semacam ini di pertelevisian. Semua stasiun televisi misalnya TVRI kini sudah sering menginformasikan untuk menggunakan layanan TV digital dan patut kita dukung bersama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes betul banget. Banyak sekali keunggulan siaran TV digital dibanding TV analog. Maka dari itu, dilakukan migrasi secara bertahap di Indonesia.

      Hapus
  24. setujuu banget lah kalau pada migrasi. aku sudah lamaa banget ga pernah nonton tv. paling tv di rumah ya hanya dibuat nonton film online atau youtubenya anak2 heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba Nabilla, inisiatif ini harus sama-sama kita support, agar bisa berjalan dengan lebih optimal. Saya tau alasannya, karena tayangan TV saat ini dinilai kurang mendidik. Isinya hanya tayangan sinetron dan acara lawakan nggak bermutu. Bukan begitu Mba??

      Hapus
  25. TV ku udah ada buat setel digital, dan jujur lebih enak digital daripada analog. Buatku lebih jernih dan nyaman di mata tampilannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia salah satun keunggulannya Mba Richa, kualitas gambar jauh lebih jernih, sehingga bikin nyaman di mata. Mantap nih, udah siap banget nyambut siaran digital.

      Hapus
  26. Semoga nenek-nenek seperti saya bisa beradaptasi dengan perubahan zaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adaptasi teknologi modern secara global tidak terbatas usia Mba. Siapapun bisa ikut merasakan perubahannya.

      Hapus
  27. Duh, dirumah ada 3 tivi berarti perlu STB 3 biji ya bang? Perlu ngangsur kayaknya ni wkwkwk.. Walaupun emang jarang nonton tipi, tapi kadang suka ada acara bola kan :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ada rezekinya, bisa langsung beli 3 STB sekaligus Mas. Yes, bagi yang hobi nonton bola, kesempatan banget nih buat migrasi ke TV digital.

      Hapus
  28. Aku kira migrasi TV digital ini beralih ke TV internet gitu. ternyata bukan ya... Ini macam TV ya TV digital. bingung mendefinisikannya. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ooh, bukan begitu konsepnya Mba Jihan. Siaran digital ini tanpa biaya berlangganan apapun. Hanya mengandalkan sinyal antena saja. Syukur-syukur di daerah Mba Jihan sinyalnya kuat, jadi bisa menangkap secara lengkap siaran digital.

      Hapus


EmoticonEmoticon