Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Perhitungan OEE dan TEEP dalam Industri Manufaktur? Baca, yuk!

Business Tools

Untuk mengusir rasa bosan di tengah aktivitas, saya menonton tayangan video proses pembuatan mie instan di salah satu channel YouTube. Awalnya saya penasaran, gimana sih proses pembuatan mie instan itu? Masa kita taunya cuma makan aja, tapi tidak tahu bagaimana proses produksinya, hehehe...

Proses produksi mie instan termasuk ke dalam industri skala besar, karena pabrik memproduksi banyak sekali mie instan dalam satu hari. Bayangkan saja, satu pabrik dalam sehari bisa memproduksi ribuan bahkan hingga jutaan bungkus mie instan. Sudah tau kan mereknya yang sangat terkenal itu. 

Agar produksi sebanyak itu tetap berjalan dengan lancar dan stabil, pastinya membutuhkan mesin yang canggih dan berkualitas. Selain itu, dibutuhkan juga perangkat lunak atau semacam software teknologi yang andal untuk mendukung kinerja mesin produksi.

Oke, terlepas dari itu semua, saya penasaran, bagaimana cara pebisnis melakukan maintenance atau manajemen produksi untuk merawat performa mesin-mesin pabrik tersebut. Baca terus yuk artikel ini sampai selesai ya guys 😉!

Penerapan Perhitungan OEE dan TEEP dalam Industri Manufaktur

Perlu Anda ketahui, proses produksi merupakan salah satu faktor utama dalam keberlangsungan industri manufaktur. Namun, untuk menjaga efektivitas produksi dalam suatu industri, diperlukan produktivitas kerja yang baik serta standar perhitungan produksi yang tepat.

Bayangkan saja, mesin harus bekerja memproduksi ribuan, puluhan ribu bahkan jutaan produk yang sama setiap harinya. Lantas, bagaimana cara mengetahui jika produk tersebut bisa diproses dengan jumlah dan kualitas yang tepat?

Nah, di sinilah dibutuhkan perhitungan OEE dan TEEP yang tepat, agar nantinya proses produksi tetap berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. 

Apa itu OEE?

OEE atau Overall Equipment Effectiveness merupakan suatu metode standar yang digunakan untuk mengukur kinerja mesin produksi dalam penerapan program TPM (Total Productive Maintenance). 

OEE meliputi tiga faktor utama, yaitu ketersediaan, kinerja dan kualitas.

1. Ketersediaan (availability)

Jika skor availability mencapai 100% Availability, maka artinya proses produksi berlangsung selama waktu operasional produksi berjalan (tidak pernah berhenti).

2. Kinerja (performance)

Untuk skor sebesar 100% Performance, ini berarti ketika proses produksi berlangsung, maka proses tersebut harus berlangsung secepatnya.

3. Kualitas (Quality)

Skor 100% Quality, artinya tidak ada kerusakan (deffect) dan mesin mampu bekerja serta memproduksi hasil yang terbaik.

Idealnya skor OEE bisa saja mencapai angka 100% terus, ini berarti mesin selalu siap memproduksi dengan hasil maksimal dan kualitas terbaik. Namun, mesin tidak mungkin selamanya dalam keadaan bagus, karena tergantung dari perawatan yang dilakukan dan usia pemakaian.

Contoh sederhana perhitungan OEE

Mari kita simak bagaimana perhitungan OEE secara sederhana. Misalnya Anda ingin menghitung kondisi mesin produksi, dengan data-data dari faktor OEE sebagai berikut :

  • Mesin hanya mampu beroperasi selama 11 jam dari total 12 jam operasional. Berarti skor Availability hanya di angka 91.7% 
  • Mesin hanya mampu memproduksi 1.000 produk per jam dari yang seharusnya mampu memproduksi total 12.000 produk dalam sehari. Berhubung skor Availability kurang maksimal, maka total produksi hanya 11.500 saja, sehingga skor Performance hanya di angka 95.8%
  • Dari total 11.500 produk yang diproduksi, ternyata hanya 11.450 produk saja yang memiliki kualitas baik, artinya skor Quality hanya 99.5%

Untuk mendapatkan total skor OEE, Anda hanya tinggal mengalikan saja seluruh angka yang didapat tadi :

91.7% x 95.8% x 99.5% = 87,4%

Dari sinilah Anda bisa mengetahui skor OEE mesin produksi berada di angka 87.4%. 

Tiga alasan mengapa perhitungan OEE penting untuk diterapkan

OEE bisa dibilang sebagai indikator utama untuk mengetahui kinerja mesin produksi di suatu industri. Jadi, setidaknya ada tiga alasan mengapa Anda harus rutin memantau metrik OEE secara berkala, agar bisnis tetap berjalan dengan lancar :

1. Sebagai standar kelayakan produksi

Dengan menerapkan standar perhitungan OEE yang tepat, Anda akan lebih mudah untuk menentukan seberapa banyak performa mesin yang dibutuhkan untuk menutup biaya operasional.

2. Sebagai acuan kapan harus melakukan perawatan pada mesin 

Perolehan angka OEE bisa menjadi acuan bagi Anda untuk mengetahui kapan sebaiknya melakukan perawatan mesin. Jika skor OEE terlalu rendah, Anda perlu melakukan tindakan terhadap mesin-mesin produksi tersebut.

3. Mengetahui mesin yang kondisinya sudah tidak layak

Mesin dengan performa tidak maksimal, merupakan kabar buruk bagi industri manufaktur. Pasalnya karena mesin bermasalah, maka berimbas pada menurunnya produksi dan bisa berdampak pada bisnis.

Berkat perhitungan OEE, Anda akan mendapatkan informasi akurat mengenai performa mesin apakah masih bagus atau sudah tidak optimal performanya. Dengan demikian, Anda bisa segera mengatasinya tanpa menunggu mesin bertambah parah.

Apa itu TEEP?

Jika OEE digunakan untuk mengukur efektivitas produksi, sementara TEEP (Total Effective Equipment Performance) sebuah metrik yang digunakan untuk mengukur kinerja dan efisiensi peralatan atau lini produksi secara menyeluruh. 

Biasanya menyangkut seluruh waktu operasional, termasuk waktu henti yang direncanakan dan tidak direncanakan. 

Manfaat TEEP untuk meningkatkan produksi 

Penerapan TEEP dalam industri manufaktur akan memberikan kontribusi yang besar untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi lini produksi. Dan ini sangat baik untuk menunjang bisnis tetap lancar.

Berikut adalah beberapa manfaatnya :

1. Meningkatkan OEE

Meningkatkan TEEP dalam suatu proses produksi dalam suatu industri manufaktur, juga akan memengaruhi produksi secara keseluruhan.

2. Hasil produksi yang lebih tinggi

Penerapan TEEP secara tepat, mampu meminimalisir waktu henti, mengurangi waktu penyiapan dan pergantian, mengoptimalkan jadwal pemeliharaan serta meningkatkan kinerja, sehingga mampu mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi.

3. Peningkatan pemanfaatan peralatan

Pemanfaatan peralatan secara tepat, mampu memberikan alokasi sumber daya yang lebih optimal serta mengurangi kapasitas idle (Idle Capacity) : kapasitas yang dimiliki oleh tenaga kerja, tetapi tidak digunakan sama sekali, sehingga tenaga kerja terlihat menganggur.

4. Perencanaan dan penjadwalan produksi yang lebih baik

Berkat TEEP, penerapan manajemen produksi akan berjalan lebih optimal. Termasuk waktu henti yang direncanakan untuk pemeliharaan atau pergantian.

5. Pengurangan biaya

Pengeluaran biaya operasional bisa ditekan, termasuk waktu menganggur, konsumsi energi, pemeliharaan dan pengerjaan ulang. Hal ini karena penerapan TEEP mampu meminimalisir waktu henti, menghilangkan ketidakefisienan dan mengoptimalkan kinerja peralatan.

Penerapan Perhitungan OEE dan TEEP untuk Kelancaran Produksi Industri Manufaktur dengan Software Astakona 

Untuk menjaga produktivitas kerja serta mempermudah bisnis produksi milik Anda, manfaatkan business tools dan industry tools yang mumpuni dari perusahaan-perusahaan penyedia software teknologi informasi yang modern. Salah satu yang direkomendasikan adalah Astakona.

Produk Astakona

PT Gemilang Astakona Sejahtera (ASTAKONA) berdiri pada tahun 2023, merupakan perusahaan penyedia software teknologi terbaik untuk membantu meningkatkan bisnis yang Anda kelola. Astakona berkomitmen memberikan layanan komprehensif yang mempercepat pertumbuhan bisnis melalui sebuah teknologi. 

Team Astakona terdiri dari orang-orang yang kredibel dan profesional serta memiliki keahlian dan spesialisasi yang didukung oleh pengalaman luas dalam industri. 

Facttwin, perangkat lunak premium untuk bisnis yang lebih baik 

Salah satu produk Astakona yang direkomendasikan untuk mengoptimalkan produktivitas perusahaan Anda adalah Facttwin. Facttwin merupakan perangkat lunak premium yang mampu memaksimalkan kinerja, kualitas dan ketersediaan operasi manufaktur.

Software Astakona

Dengan memanfaatkan software Astakona ini, tentu akan memudahkan manajemen produksi dalam menyelesaikan proses produksi dengan lebih efektif dan efisien serta layanan yang prima dari team Astakona.

Keuntungan menggunakan industry tools Facttwin 

Dengan memanfaatkan salah satu produk Astakona ini, Anda akan mendapatkan beberapa keuntungan sebagai berikut :

1. Membantu memudahkan proses analisis data secara real-time untuk memberikan wawasan bisnis.

2. Memudahkan Anda dalam mengontrol operasi produksi dengan visibilitas penuh ke dalam data produksi Anda dengan metrik KPI dan pemberitahuan serta notifikasi otomatis.

3. Proses pengolahan data yang terkumpul dan perhitungan OEE dan TEEP bisa dilakukan secara otomatis.

4. Anda bisa mengatur secara otomatis atau manual untuk melakukan pelacakan waktu henti yang direncanakan dan tidak direncanakan.

5. Anda bisa memantau metrik secara real-time, karena data selalu diperbaharui setiap beberapa detik sesuai dengan kebutuhan.

Konklusi

Selain memantau kinerja mesin produksi secara langsung, Anda selaku pemilik usaha, tentu saja perlu menggunakan business tools ataupun industry tools yang andal dan modern. Misalnya saja software Astakona yang recommended untuk perhitungan OEE dan TEEP dalam industri manufaktur.

Produktivitas Kerja

Dengan begitu, efektivitas dan efisiensi produksi bisa terjaga dengan baik. Selain itu, manajemen produksi serta produktivitas kerja akan terkontrol dengan baik, sehingga mampu meminimalisir hambatan dalam bisnis.

Demikian artikel mengenai perhitungan OEE dan TEEP yang bisa saya bagikan kali ini. Nantikan terus artikel-artikel informatif lainnya ya guys. Semoga artikel ini bisa bermanfaat sekaligus menambah wawasan baru khususnya di dunia industri.

Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Apa Itu Perhitungan OEE dan TEEP dalam Industri Manufaktur? Baca, yuk!"